Ancaman Limbah Medis Tanpa Pengolahan Terstandar

IPAL-RSUD-Iskak-2Limbah rumah sakit kerap memicu persoalan lingkungan, baik di dalam rumah sakit maupun sekitar. Limbah rumah sakit bahkan menjadi ancaman yang cukup mematikan bagi kesehatan lingkungan karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi dengan kandungan senyawa kimia lain serta mikro-organisme pathogen.

Acapkali kita menjumpai beberapa rumah sakit di Indonesia dengan gampang membuang limbah medis secara serampangan. Ini lantaran jumlah limbah padat maupun cair yang dihasilkan setiap hari cukup banyak dan memerlukan energi khusus untuk membuangnya. “Dibakar sembarangan atau dikubur tanpa memperhitungkan kondisi sekitar adalah pilihan paling mudah tetapi berbahaya bagi lingkungan,” terang Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Umum Daerah Dr Iskak Tulungagung, Mohamad Rifai.

Limbah ini, menurut Rifai, bisa berupa botol dan selang infuse, spuit dan jarum suntik, kain, kassa yang tercemar darah ataupun cairan tubuh berpenyakit. Jika benda-benda itu terkoneksi langsung dengan manusia, tentu akan menjadi ancaman kesehatan yang serius baik bagi tenaga medis di lingkungan rumah sakit maupun masyarakat sekitar.

Sebagai rumah sakit besar dan menjadi rujukan milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung, RSUD Dr Iskak memberikan perhatian khusus atas pengolahan limbah mereka. Rumah sakit ini bahkan menjamin hasil pengolahan limbah mereka tidak menjadi ancaman bagi lingkungan hidup. “Air pembuangan terakhir pengolahan limbah kami masukkan ke kolam ikan. Ini sebagai parameter limbah tersebut sudah  tidak berbahaya bagi kehidupan,” terang Rifai.

IPAL-RSUD-Iskak-1Penggunaan teknologi incinerator menjadi kunci kesuksesan pengolahan limbah di rumah sakit ini. Teknologi ini menggusur cara lama pengolahan limbah dengan cara dibakar atau dikubur yang hingga kini masih banyak dipergunakan sejumlah rumah sakit di Indonesia.

Pembakaran dalam suhu 1.200 celcius melalui instalasi incinerator dinilai menjadi metode paling komprehensif untuk menghancurkan limbah. Alat ini berupa tungku pembakaran dengan bilik ganda berjajar, dan memiliki dua ruang bakar yang bekerja di bawah kendali temperatur, tekanan dan konfigurasi pembakaran. Yakni ruang utama beroperasi dalam mode “tanpa udara” atau Pirolisis, sedangkan ruang Sekunder bekerja di bawah mode “udara berlebih”.

Ruang pembakaran bagian dalam yang berbatasan dengan udara panas terbuat dari aluminium sebagai penghantar panas yang sempurna. Sedangkan ruang yang berbatasan dengan bagian dingin dilapisi batu bata dendan dan lapisan rangka baja yang kokoh. Konstruksi ini memiliki tingkat efisiensi pembakaran yang tinggi dengan bahan bakar gas alam (LPG).

Setiap incinerator dilengkapi dengan sistem gas buang yang dibuat khusus untuk menghilangkan polutan gas sebelum dibuang ke atmosfir (pembakaran asap) sehingga didapatkan gas buang yang bebas asap (smokeless).

IPAL-RSUD-Iskak-3Sayang langkah pengolahan limbah menggunakan instalasi incinerator ini belum bisa dilakukan semua rumah sakit, utamanya rumah sakit tipe kecil hingga sedang. Mahalnya biaya pemasangan instalasi ini menjadi alasan mereka untuk membuang limbah ke saluran umum tanpa pengolahan sama sekali.

Kirim Pesan: