Memburu Sehat di Rumah Sakit Rakyat (3)

Pak-Pri-RS-Iskak-3Kemandirian dalam mengelola rumah sakit memberi ruang seluas-luasnya bagi manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak untuk berkreasi mengembangkan potensi. Salah satunya adalah melahirkan sistem layanan kegawatdaruratan modern atau yang dikenal dengan sebutan INSTAGRAM (Instalasi Gawat Darurat Modern), yang saat ini sudah berkembang secara “advanced” menjadi pusat komando PSC (Public Safety Centre) Kabupaten Tulungagung.

Instalasi ini menerapkan sistem pelayanan kegawatdaruratan yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, keakuratan, keamanan dan kenyamanan penanganan pasien dengan menggunakan skenario Double Triage berbasis bukti dan Zona Pelayanan.

Pasien dengan keadaan mengancam nyawa dan anggota tubuh atau tidak, secara visual atau sekilas mata bisa dilakukan pemilahan di ruang Triase Primer (Primary Triage) di bawah penanganan petugas medis yang pro aktif.  Untuk selanjutnya didistribusikan ke  Triase Sekunder (Secondary Triage), Red Zone, Yellow zone dan Green zone, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai tingkat kegawatannya.

Zona Pelayanan diberlakukan untuk menempatkan pasien berdasarkan kondisi kegawatdaruratannya. Zona Merah diperuntukkan pasien dengan prioritas tinggi dan memerlukan penyelamatan jiwa dengan respon time 0 (nol) menit, Zona Kuning untuk pasien dengan observasi maksimal 6 jam dan serangan ashma, sedangkan Zona Hijau diperuntukkan bagi pasien yang tidak gawat dan tidak darurat yang datang ke IGD Rumah Sakit, serta dan tidak boleh ditolak.

Celakanya, pasien peserta BPJS kategori ini (tidak gawat dan tidak darurat) tatkala dilakukan pertolongan di IGD pembiayaannya tidak ditanggung oleh BPJS. Sehingga seluruh pembiayaannya menjadi beban dan membebani rumah sakit.

Kepiawaian mengelola pasien darurat ini diganjar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang memasukkan Instagram sebagai TOP 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016. Sebuah ajang penghargaan bergengsi yang diberikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada RSUD Dr. Iskak Tulungagung sebagai inovasi layanan gawat darurat rumah sakit.

Menyingkirkan 2.476 inovasi dari seluruh pemerintah daerah, lembaga, kementerian, BUMN dan BUMD untuk menjadi 35 Inovasi terbaik di Indonesia menjadi awal keemasan rumah sakit ini. Inovasi pelayanan rumah sakit bermunculan hingga memperlebar jangkauan serta peran RSUD Dr. Iskak ke luar rumah sakit.  Predikat sebagai pelopor pelayanan Pre Hospital ini juga dikukuhkan menjadi juara pertama ajang gelar Inovasi pelayanan Pre Hospital 2017 yang digelar Indonesia Healthcare Forum setelah menyingkirkan 195 inovasi lain. Pemberian plakat kehormatan diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Untung Suseno Suterjo, M. Kes kepada Supriyanto pada 25 April 2017 lalu di Jakarta.

Inovasi juga dilakukan pada INSTAGRAM yang dikembangkan menjadi Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS) oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung/Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai upaya menekan angka kematian warga dengan berfokus  pada pelayanan kegawatdaruratan medis. Belakangan program TEMS ini berhasil diintegrasikan dengan institusi Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Unit Pemadam Kebakaran dan menjelma menjadi PSC (Public Safety Centre) dengan pusat komando (Call Centre) di lantai dua IGD RSUD Dr. Iskak. “PSC ini menangani kegawat daruratan medis maupun non medis yang terintegrasi untuk membentuk masyarakat Tulungagung yang ayem tentrem mulyo lan tinoto (Safe Communities),” terang Supriyanto.

Melalui panggilan telepon ke nomor 119 atau (0355) 320-119, seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung bisa dengan cepat melaporkan situasi yang dialami ataupun dilihat guna memperoleh pertolongan yang cepat, tepat dan akurat.

Kesiapan ini pula yang menarik perhatian Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nina Djuwita F Moelok SpM(K) bertandang ke Tulungagung. Usai melihat langsung operasional PSC yang dikendalikan di RSUD Dr. Iskak, Nina meminta agar seluruh rumah sakit daerah atau pemerintah daerah di Indonesia bisa mengadopsinya.

Sadar akan perannya membantu pemerintah mempersempit angka kematian, RSUD Dr. Iskak juga turut merespon ancaman kematian tertinggi akibat serangan jantung. Apalagi data WHO dan juga RSUD menyebut serangan jantung sebagai ancaman nomor satu di dunia setelah kecelakaan. “Satu-satunya peluang menyelamatkan pasien jantung adalah dengan memangkas jeda antara terjadinya serangan dengan tindakan medis,” kata Supriyanto.

Tantangan inilah yang mendorong RSUD Dr. Iskak membangun sebuah sistem pelayanan jantung terpadu bersama-sama Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Melalui SK Bupati Tulungagung, dibentuklah Tim Manajemen Waktu Tanggap Kasus Sindrom Koroner Akut di masyarakat untuk menangani kegawatdaruratan Sindrome Koroner Akut (SKA).

Kirim Pesan: